Jakarta - Kota Jakarta memiliki
banyak museum yang menyimpan berbagai objek-objek bersejarah dan peninggalan
masa lampau. Museum-musem ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan sangat
penting untuk dipelajari oleh generasi sekarang. Tersebar di semua tempat di
Jakarta, baik Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara,
Jakarta Timur hingga Kepulauan Seribu.
Kurangnya kesadaran
akan pentingnya sejarah di mata masyarakat saat ini menyebabkan banyak
museum-museum kurang diminati. Padahal, mengunjungi museum tidak kalah asyiknya
dengan mengunjungi mall atau pusat hiburan lainnya di Jakarta.
Kali ini saya akan
membahas salah satu museum dengan koleksi yang cukup unik, yaitu, Museum
Tekstil.
Museum Tekstil yang
belokasi di gedung tua di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau lebih
tepatnya terletak di di Jalan Aipda. KS. Tubun 2-4, Indonesia ini merupakan
sebuah lembaga edukatif kultural yang mengemban misi untuk melestarikan budaya
tekstil tradisional Indonesia.
Awalnya gedung Museum
Tekstil ini merupakan rumah pribadi dari seorang warga berkebangsaan Perancis
yang dibangun pada abad ke-19, lalu kemudian dijual kepada seorang konsultan
Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri yang menetap di Indonesia. Dan
kepemilikan selanjutnya beralih kepada Dr. Karel Christian Cruq pada tahun
1942.
Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,
gedung ini menjadi markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan tahun 1947 didiami
oleh Lie Sion Pin. Kemudian pada
tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial. Pada tahun 1975, Bapak Ir. Safioen,
Dirjen Tekstil Departemen Sosial yang juga merupakan anggota dari Kelompok
Pecinta Kain Tradisional Indonesia WASTRAPREMA, memiliki ide untuk mendirikan
Museum Tekstil. Pada saat itu tekstil tradisional nusantara tergeser dengan
adanya tektsil modern yang mulai menarik minat masyarakat Indonesia. Kemudian
di tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1975, gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Kemudian diresmikan penggunaannya
sebagai museum tekstil oleh Ibu Tien Soeharto yang merupakan Ibu Negara pada
saat itu, dan disaksikan oleh Bapak Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta
pada tanggal 28 Juni 1976.
Koleksi yang disimpan
di Museum Tekstil ini adalah benda-benda yang berhubungan dengan tekstil yang
berasal dari Indonesia dan sudah ada sejak abad ke20 hingga saat ini. Awalnya,
koleksi tekstil di Museum Tekstil berjumlah 500 koleksi, yang kemudian dengan seiringnya
waktu, koleksi Museum Tekstil saat ini berjumlah 1914 koleksi yang terdiri dari
wastra, busana dan peralatan tekstil. Koleksi tersebut didapat melalui pembelian oleh Dinas Museum dan Sejarah / Dinas Museum dan
Pemugaran / Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, serta sumbangan dari masyarakat baik
secara individu maupun kelompok.
Selain untuk melihat tekstil pada masa lampau, kita juga bisa menikmati
keindahan gedung yang masih sarat dengan arsitektural bergaya kolonial.
Koleksi yang ada di
Museum Tekstil ini terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
-
Koleksi
Kain Tenun
-
Koleksi
Kain Batik
-
Koleksi
Kontemporer
-
Koleksi
Campuran
-
Koleksi
Peralatan Pembuatan Batik/Tenun dan lain-lain
Di Museum Tekstil ini
sering diadakan pameran, penyuluhan tentang tekstil, pelayanan konservasi
tekstil, cara perawatan tekstil yang ada di museum, seminar, diskusi dan
workshop tentang tekstil, dan berbagai macam kegiatan edukasi lainnya.

0 comments:
Post a Comment