Puluhan Kapal Mewah Bakal Mejeng di Sunda Kelapa
Posted by
prmsy
on Thursday, June 6, 2013
Labels:
DKI Jakarta,
Jakarta Utara,
Pelabuhan
/
Comments: (1)
Jakarta - Berlibur dengan kapal wisata atau yacht semakin marak di kalangan turis mancanegara. Tapi, belum banyak yang datang ke Indonesia. Pameran yacht pun dibuat pemerintah agar makin banyak turis kapal pesiar yang datang ke Indonesia.
"Indonesia Yachts Show 2013 ini pertama kali diadakan," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, dalam jumpa pers Indonesia Yachts Show di Kemenparekraf Lt 14, Rabu (5/6/2013).
Firman pun memberi alasan kenapa pameran ini baru pertama kali diadakan. Menurutnya, laut Indonesia sangatlah luas tetapi hanya sedikit turis dengan yacht yang mampir di Indonesia.
Jika dihitung, setiap tahun ada sekitar 600-700 yacht berlayar di lautan Indonesia. Tapi, yang berlabuh hanyalah sedikit.
"Untuk itu kita berusaha memperkenalkan lewat acara ini. Selain itu, pameran ini juga dimaksudkan untuk menarik mengajak orang Indonesia untuk memiliki yacht," lanjut Firman.
Indonesia Yachts Show 2013 akan diselenggarakan di Batavia Marina, Sunda Kelapa Jakarta pada 8-9 Juni 2013 mulai pukul 10.00-19.00 WIB. Acara yang terselenggara atas kerjasama Kemenparekraf dan PT Megawatt Asia ini akan diikuti peserta dari dalam dan luar negeri.
"Dari 47 perserta yang ikut, dari dalam negeri ada 15 peserta," ungkap Marketing Director PT Megawatt Asia, Syelly Phie dalam acara yang sama.
Beberapa negara yang akan ikut serta dalam pameran tersebut adalah Inggris, AS, Korea, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Dalam acara tersebut, pengunjung akan diperlihatkan beberapa kapal pesiar dan berbagai alat yang berhubungan dengan yacht.
Sayangnya, tidak semua orang bisa datang ke pameran mewah ini. Hanya orang-orang dengan undangan saya yang bisa datang. Meski begitu, penyelenggara berharap ada 6.000 pengunjung datang dalam pameran ini.
"Untuk undangan kita spesifik. Untuk komunitas atau perusahaan industri marine, anggota Batavia Marina, klub golf, klub mobil," tutur Syelly.
source : detiktravel
Museum Tekstil
Posted by
prmsy
Labels:
DKI Jakarta,
Jakarta Pusat,
Museum
/
Comments: (0)
Jakarta - Kota Jakarta memiliki
banyak museum yang menyimpan berbagai objek-objek bersejarah dan peninggalan
masa lampau. Museum-musem ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan sangat
penting untuk dipelajari oleh generasi sekarang. Tersebar di semua tempat di
Jakarta, baik Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara,
Jakarta Timur hingga Kepulauan Seribu.
Kurangnya kesadaran
akan pentingnya sejarah di mata masyarakat saat ini menyebabkan banyak
museum-museum kurang diminati. Padahal, mengunjungi museum tidak kalah asyiknya
dengan mengunjungi mall atau pusat hiburan lainnya di Jakarta.
Kali ini saya akan
membahas salah satu museum dengan koleksi yang cukup unik, yaitu, Museum
Tekstil.
Museum Tekstil yang
belokasi di gedung tua di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat, atau lebih
tepatnya terletak di di Jalan Aipda. KS. Tubun 2-4, Indonesia ini merupakan
sebuah lembaga edukatif kultural yang mengemban misi untuk melestarikan budaya
tekstil tradisional Indonesia.
Awalnya gedung Museum
Tekstil ini merupakan rumah pribadi dari seorang warga berkebangsaan Perancis
yang dibangun pada abad ke-19, lalu kemudian dijual kepada seorang konsultan
Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri yang menetap di Indonesia. Dan
kepemilikan selanjutnya beralih kepada Dr. Karel Christian Cruq pada tahun
1942.
Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,
gedung ini menjadi markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR) dan tahun 1947 didiami
oleh Lie Sion Pin. Kemudian pada
tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial. Pada tahun 1975, Bapak Ir. Safioen,
Dirjen Tekstil Departemen Sosial yang juga merupakan anggota dari Kelompok
Pecinta Kain Tradisional Indonesia WASTRAPREMA, memiliki ide untuk mendirikan
Museum Tekstil. Pada saat itu tekstil tradisional nusantara tergeser dengan
adanya tektsil modern yang mulai menarik minat masyarakat Indonesia. Kemudian
di tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 25 Oktober 1975, gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Kemudian diresmikan penggunaannya
sebagai museum tekstil oleh Ibu Tien Soeharto yang merupakan Ibu Negara pada
saat itu, dan disaksikan oleh Bapak Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta
pada tanggal 28 Juni 1976.
Koleksi yang disimpan
di Museum Tekstil ini adalah benda-benda yang berhubungan dengan tekstil yang
berasal dari Indonesia dan sudah ada sejak abad ke20 hingga saat ini. Awalnya,
koleksi tekstil di Museum Tekstil berjumlah 500 koleksi, yang kemudian dengan seiringnya
waktu, koleksi Museum Tekstil saat ini berjumlah 1914 koleksi yang terdiri dari
wastra, busana dan peralatan tekstil. Koleksi tersebut didapat melalui pembelian oleh Dinas Museum dan Sejarah / Dinas Museum dan
Pemugaran / Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, serta sumbangan dari masyarakat baik
secara individu maupun kelompok.
Selain untuk melihat tekstil pada masa lampau, kita juga bisa menikmati
keindahan gedung yang masih sarat dengan arsitektural bergaya kolonial.
Koleksi yang ada di
Museum Tekstil ini terbagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
-
Koleksi
Kain Tenun
-
Koleksi
Kain Batik
-
Koleksi
Kontemporer
-
Koleksi
Campuran
-
Koleksi
Peralatan Pembuatan Batik/Tenun dan lain-lain
Di Museum Tekstil ini
sering diadakan pameran, penyuluhan tentang tekstil, pelayanan konservasi
tekstil, cara perawatan tekstil yang ada di museum, seminar, diskusi dan
workshop tentang tekstil, dan berbagai macam kegiatan edukasi lainnya.
Pelabuhan Sunda Kelapa
Posted by
prmsy
Labels:
DKI Jakarta,
Jakarta Utara,
Pelabuhan
/
Comments: (1)
Jakarta - Sunda Kelapa atau yang
dikenal dengan pasar ikan adalah sebuah nama pelabuhan tua di Jakarta yang
terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah
nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di
sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari
jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya,
merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota
Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota
Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai
jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara.
Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan
oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.
Pada abad ke 12, Pelabuhan
Sunda Kelapa ini bernama Pelabuhan Kalapa. Pada masa masuknya
Islam dan para penjajah Eropa, Kalapa diperebutkan oleh kerajaan-kerajaan
Nusantara dan Eropa yang akhirnya dikuasai oleh Belanda. Nama Kalapa kemudian diganti oleh Belanda, meskipun nama tersebut pernah berganti beberapa kali sebelumnya. Namun
pada tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali digunakan sebagai nama resmi.
Awalnya Pelabuhan Sunda
Kelapa dibangun dengan kanal sepanjang 810 meter yang kemudian diperlebar
menjadi 1.825 meter. Saat ini Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki luas daratan 760
hektar serta luas perairan kolam 16.470 hektar, terdiri atas dua pelabuhan
utama dan satu pelabuhan Kalibaru. Pelabuhan utama memiliki panjang area 3.250
meter dan luas kolam lebih kurang 1.200 meter yang mampu menampung 70 perahu
layar motor. Sedangkan Pelabuhan Kalibaru panjangnya 750 meter lebih dengan
luas daratan 343.399 meter persegi, luas kolam 42.128,74 meter persegi, dan
mampu menampung sekitar 65 kapal layar motor.
Karena bernilai sejarah
tinggi dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah, saat ini Pelabuhan
Sunda Kelapa kemudian dijadikan destinasi wisata bahari di bawah naungan PT
Pelindo II. Pelabuhan Sunda Kelapa ini masih difungsikan sebagai sebuah
pelabuhan namun hanya untuk penyebrangan kapal antar pulau saja.
Untuk menuju ke Pelabuhan
Sunda Kelapa, ada beberapa cara yang bisa digunakan. Jika tidak ingin pergi
menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa dengan mudah
mendapatkan taksi, atau
Anda juga bisa menggunakan
bus TransJakarta (koridor I, Blok M-Kota), dan berhenti Di Kota, dari stasiun Kota Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan
menggunakan taksi. Anda juga bisa mencapai pelabuhan Sunda Kelapa dari Kota
Tua.
Jika Anda ingin merasakan
bermalam di Pelabuhan Sunda Kelapa, Anda bisa menginap di hotel yang sangat dekat
dari pelabuhan ini, yaitu hotel Omni Batavia.
Anda juga bisa menginap hotel-hotel di sekitar Kota Tua dan Jakarta.
Beberapa hal yang bisa
dilakukan di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah
menyewa perahu yang banyak ditemukan
di
sekitar dermaga. Jika ingin berkeliling di darat Anda bisa menggunakan sepeda atau dengan
berjalan kaki.
Anda bisa
berkeliling di sekitar pelabuhan, berkunjung ke Museum Bahari yang menampilkan
dunia kemaritiman Indonesia masa silam serta peninggalan sejarah kolonial
Belanda masa lalu. Atau Anda bisa mengunjungi ke arah selatan
pelabuhan untuk menyaksikan Galangan Kapal VOC dan gedung-gedung VOC yang telah
direnovasi.
Anda juga bisa mengunjungi Kampung Luar
Batang yang bersejarah di sekitar pelabuhan ini, dahulau kampung ini
merupakan lokasi pemeriksaan barang sebelum masuk ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Jika Anda hobi berburu foto,
pagi dan sore hari merupakan waktu favorit para
pengunjung karena pemandangan dari kapal kayu yang berjejer dipadu dengan
langit cerah menjadi latar belakang yang sangat
bagus untuk berfoto. Selain itu Anda juga bisa
mengabadikan suasana pelabuhan mulai dari bersandarnya kapal hingga bongkar
muat.
Anda bisa mendapatkan olahan
laut yang masih segar di Pasar Ikan.
Anda bisa membeli olahan ikan segar untuk dimasak di rumah atau dimakan
langsung. Atau jika tidak ingin repot, Anda bisa langsung menyantap makanan di
restoran yang tersedia di daerah Pelabuhan Sunda Kelapa. Berikut rekomendasi
restoran yang menyajikan olahan ikan segar;
Sunda Kelapa Restaurant
Jl.
Ancol Barat IV No. 28-29 Pelabuhan Sunda Kelapa
Tlp:(021)
6908765, 6924954
Seafood Pondok Baronang Daeng Raja
Jl.
Baruna Raya. Komplek Shipping Centre Blok A2 no 10 Pelabuhan Sunda Kelapa
Jakarta Utara.
Tlp:
(021)6925847 – 0813 10371776
Anda juga
bisa melihat-lihat miniatur kapal di Museum
Bahari atau wayang dari Museum
Wayang yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Pernak-pernik, kaos,
postcards, gantungan kunci dan oleh-oleh khas lainnya dapat Anda temukan di toko yang menjual hasil
kerajinan tangan di sekitar
Pelabuhan Sunda Kelapa.
Jangan lupa mengenakan
pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal karena cuaca di Pelabuhan Sunda
Kelapa cukup panas.
About Me!
Posted by
prmsy
/
Comments: (0)
Namanya
Dita Pramiswary. Lahir di Jakarta, 04 Oktober 1992. Biasa dipanggil Dita tapi kadang suka
mengenalkan diri sebagai Misa. Dita memiliki
dua adik cowok yang masih duduk di bangku SMA bernama Muhammad Pahlevy Wisnu
Wardana dan yang paling kecil duduk di bangku SD bernama Permana Jati. Lahir
dari seorang ayah yang luar biasa pekerja keras dan selalu memberi petuah dan
arti hidup dan ibu yang luar biasa sabarnya dalam menghadapi anak perempuan
satu-satunya yang cocok disebut anak bungsu dengan segala sifat
kekanak-kanakannya.
Dita
memiliki golongan darah yang katanya merupakan golongan langka di dunia, yaitu
AB. Percaya bahwa golongan darah merupakan salah satu pembuat karakter bagi
seseorang. Dan Dita percaya, orang dengan golongan AB itu berada di antara jenius dan idiot. Orang dengan golongan AB berada di
dunianya sendiri dan terkadang suka nyeleneh.
Pernah
kuliah di Universitas Trisakti Fakultas Hukum, tapi merasa dunianya itu ada di
jalan-jalan, makan, dan menulis sehingga diam-diam mendaftarkan diri di SNMPTN
dan alhamdulillah lulus dan saat ini terdaftar menjadi mahasiswi di perguruan
Tinggi Negeri Universitas Udayana Fakultas Pariwisata. Sempat salah pilih
program studi karena seharusnya
mengambil IPW (Industri Perjalanan Wisata) tetapi malah mengambil DPW
(Destinasi Pariwisata). Namun sekarang sudah menikmati hidupnya di bangku kelas
Destinasi Pariwisata bersama teman-temannya yang memiliki
ragam karakter.
Dita sangat tergila-gila dengan Boyband
asal Korea Selatan, Super Junior. Tergila-gilanya ini bukan semata-mata ikut-ikutan orang karena Boyband / Girlband asal Korea Selatan
sedang booming, karena Dita sudah cukup lama mengenalnya.
Dita juga bercita-cita untuk mengelilingi
seluruh Indonesia hingga ke pelosok, dan dengan bangga menuliskan semua
pengalaman dan tempat yang pernah dijelajahinya untuk ditulis di blog ini.
Sedikit terbesit juga pemikiran untuk mengunjungi Venice di Italy dan mencicipi
seluruh kuliner dunia. Dan beberapa negara di Eropa serta mengunjungi Mekkah.
Dita memiliki banyak
hobi, diantaranya adalah membaca buku dan berkhayal (karena terlalu banyak
memiliki waktu senggang). Dita juga senang menonton dvd dengan genre apa saja, dan kadang hanya
menyetel dvd tanpa ditonton dengan alasan kamarnya terlalu sepi sehingga suara
percakapan di dvd bisa membuat kamarnya ramai. Menyukai karakter bebek dan
sempat ingin memelihara bebek. Menulis juga merupakan salah satu hobinya dan memiliki cita-cita menjadi
soerang penulis, tapi belum bisa menghasilkan tulisan utuh sampai saat ini. Pernah membuat
Fan Fiction / Fiksi Penggemar / FF (sebutan yang dikenal luar untuk karya-karya
yang dibuat penggemar yang berhubungan dengan cerita tentang para tokoh (atau
tokoh fiksi), atau latar yang dibuat oleh penggemar dari sebuah karya asli,
source: wikipedia (http://id.m.wikipedia.org/wiki/Fiksi_penggemar))
dan sudah mulai menghentikan aktifitas membuat FF saat ini (bisa buka mellodi.wordpress.com untuk melihat hasil
karyanya). Sering bermimpi suatu saat
saldo di rekeningnya bertambah karena buku yang ditulisnya laku keras di pasar.

